GEMERLAP TAHUN 2008 BERSAMA ALUMNIHKX.BLOGSPOT.COM

Berubah?....Sapa Takut?

oleh : Amatsu Zake

Teman-teman, apakah kita merasa bahwa perilaku kitasudah banyak yang berubah?Atau mungkin penampilan kita sudah banyak yangberubah? Sadar atau tidak manusia selalu berusaha untukmerubah dirinya agar lebih merasa nyaman dan merasalebih baik dari hari kemarin. Layaknya bunglon yangselalu berubah-ubah bila pindah tempat, dia selalumerubah dirinya agar merasa lebih aman, nyaman, dantentram.

Manusia juga seperti itu (kebanyakannyasih….tapi ga semua), kita juga akan berusaha berbaurdan berusaha melakukan perubahan agar bisa nyamandengan lingkungan baru kita, istilah kerennyaberadaptasi. Kalo enggak percaya, saya kasih contohdeh….mmm…apa ya?mmm…gini nih…seandainya kitadiundang ke sebuah acara hajatan yang nuansanya resmi,tentu pakaian yang kita gunakan juga berbauke-resmi-resmi-an, dan rasanya kita enggak mungkindatang ke acara tersebut dengan kaos singlet putih(yang cap swan) dan bercelana boxer bermotiftengkorak(kalo ada yang berani itu sih nekadnamanya…or mungkin narsis abizzz..).

Dari sini kitasemua sepakat bahwa kita sebagai manusia akan selaluberusaha merubah diri kita untuk selalu mengikutisuasana disekitar kita agar dirinya merasa nyaman danmerasa lebih baik.Nah, teman-teman….Dulu kan suasana sekitar kita berbau or bernuansakeislaman, tentu pakaian yang kita gunakan, perilakuyang kita cerminkan, dan semuanya berbau or bernuansakeislaman. Sifat kita, perangai kita, interaksi kita(baik dengan yang homo or hetero…maksudnya yangsejenis or enggak), pandangan kita, cara berpakaiankita tentu lebih terjaga dan tentu sesuai dengannuansa di pondok kita yang tercinta itu (bagi yangcinta aja ma pondok…bagi yang enggakyaaa….terserah).

Dan sekarang kita sudah keluar (or mungkin terbebasbagi yang merasa dikukung) dari pondok kita yangbernuansa islami itu, tentu kita akan berusahamelakukan perubahan-perubahan yang akan menjadikandiri kita merasa lebih nyaman, lebih berbaur, danlebih diterima ma lingkungan di sekitar kita. Teman-teman….sekarang….mari kitabercermin….melihat apa saja sih perubahan yang sudahterjadi sama kita, semenjak kita pindah rumah (dariyang asalnya bareng-bareng di Kuningan ke daerahmasing-masing). Apakah kita sudah berubah? Apakah kitasudah merasa lebih nyaman dengan lingkungan kita?Apakah kita sudah merasa diterima ma lingkungan kita?Mungkin kita sudah merasa bahwa kita sudah berubah,kita sudah diterima ma lingkungan kita, dan kita sudahmerasa lebih nyaman dengan kondisi yang sekarang.

Nah yang jadi masalah, apakah perubahan yang kitalakukan dan membawa kita pada rasa nyaman atau tidak,merasa lebih baik apa tidak, SUDAH SESUAI DENGANSYARIAT AGAMA?Apakah perubahan yang kita lakukan masih sesuai dengansyariat? Jangan mentang-mentang kita hidup dilingkungan yang kurang bau islaminya akhirnya kitajuga ikut-ikutan seperti mereka.

Pakaian kita mulaiberubah dari yang pake rok jadi pake celana jeans yangagak ketat (apalagi yang ketat), dari yang salamannyagak ketemu tangan malah jadi cipika-cipikian, dariyang rambutnya hitam rapih (yaaah…walaupun adasedikit warna putih-putih alias uban) berubah jadiwarna merah dan berantakan layaknya kobaran api, dariyang biasanya mulutnya bercuap-cuap baca Al-Qur’an(ingetkan pas lagi masa-masanya nyetor?)karenaberalasan beradaptasi dengan lingkungannya makaikut-ikutan jadi smoker ala kereta api batu bara(alias ngebul terus).Mungkin ada yang bertanya or beralasan “ Katanyaharus mirip kaya bunglon…?kalo tempatnya hijau makakita jadi hijau, kalo tempatnya merah kita jadimerah….gimana sih penulis…?Memang…kita dituntut untuk bisa beradaptasi denganlingkungan yang mungkin akan mengakibatkan kitamelakukan perubahan-peruabahan.

Teori bunglon di atasmasih ada yang belum or kurang difahami… Nnow….mari kita dalami teori bunglon ini.Bunglon bila nemplok or bertengger di daun yangberwarna hijau maka ia pun berubah warnanya menjadihijau layaknya warna daun. Oke sampai disini kitasepakat sama teori ini, tapi ada hal yang harusdiingat!!!BUNGLON TETAPLAH BUNGLON…bunglon tak akanpernah jadi daun!!warna boleh sama, tapi bunglontetaplah bunglon, dan daun tetaplah daun. Dari sinibisa kita ambil pengertian bahwa kita memang bolehmelakukan perubahan-perubahan, tapi tidak harussemuanya kita harus rubah, ada hal-hal dari lingkunganini yang kita harus serap or rubah dan menempelkannyapada diri kita, dan ada hal-hal yang tidak boleh kitaserap. Saya yakin anda semua sudah faham apa-apa sajayang harus kita serap, kita rubah, dan kita terapkanpada diri kita agar kita bisa melakukanperubahan-peruabahn menuju keadaan yang lebih baik dannyaman. Mungkin singkatnya ambil yang baek-baek aja, nbuang yang jelek-jeleknya.

Perubahan merupakan sesuatu yang dianjurkan, tapitentunya perubahan itu harus sesuai dengan syariatislam. Bukankah Nabi kita pernah bersabda bahwaapabila hari ini sama saja dengan hari kemarin, makakita telah merugi. Dan bila hari ini lebih baik darihari kemarin maka kita termasuk orang-orang yangberuntung. Dari sini aja udah ketauan bahwa kitadisuruh untuk senantiasa berubah, menuju perubahanyang lebih baik. Menuju suatu kondisi yang menjadikankita lebih baik, lebih nyaman, dan lebih diterima malingkungan, dengan catatan sesuai dengan syariatislam. So…temen–temen semua mari kita selalu melakuakanperubahan-perubahan yang bisa menjadikan kita lebihenjoy, lebih sreg, lebih aman dalam menjalani hidup dilingkungan yang jauh sekali dari nuansa islami.Pertahankan apa-apa aja yang sudah kita dapatkan nbisa kita lakukan.

N jangan lupa semua perubahan yang kita lakukan, harus tetap sesuai dengansyaria-syariat yang telah ditetapkan.

0 komentar: